Berita Hari Senin, 7 Juli 2008

July 8th, 2008 by lathiyfah-shanti

Bismillahirohmanirohim,..

 

 

 

Hari ini baca koran kemarin,… Senin, 7 Juli 2008 ada berita macem-macem nieh. Banyak yang menarik. Antara lain:

 

 

 

Giliran Malaysia Hadapi Demo BBM.

 

 

 

Kuala Lumpur-Demo penolakan kenaikan harga BBM yang pernah melanda Jakarta mulai merambat ke negeri jiran Malaysia. Lebih dari 5.000
orang berkumpul di stadion Pateling Jaya, Selangor, kemarin (6/6) untuk
memprotes kebijakan pemerintah yang terus menaikan harga BBM.

 

 

 

“Kami
berkumpul tidak untuk menciptakan masalah, namun mendesak pemerintah
agar segera menurunkan harga BBM, dan kami tidak akan berhenti sampai
tuntutan ini terwujud,” ujar Hatta Ramli, pemimpin unjuk rasa dari
partai oposisi, PAS saat orasi.

 

 

 

Hmm,..
begitu ngeliat fotonya Anwar Ibrahim lagi orasi, saya jadi
bertanya-tanya. Klo misalnya yang jadi oposisi itu Mahatir Muhammad,
dan yang jadi pemerintahnya itu Anwar Ibrahim kira-kira apa yang
bakalan dilakukan Anwar Ibrahim dalam menanggulangi melambungnya harga
minyak dunia.

 

 

 

Klo
di Indonesia dinaikin, Malaysia dinaikin, negara lainya juga pada
dinaikin masa’ ga ada sih pemerintah negera-negara tersebut yang pintar
dan nyari solusi lain? Klo katanya Wiranto (lagi pencitraan kali’ mo
nyalonin jadi presiden) masih ada solusi alternatif. Tapi dia ngga
nyebutin solusinya apa. Ga konkret banget.

 

 

 

Bahkan saking ingin rakyatnya sejahtera, SBY ampe ketipu penemu blue energy
palsu lagi. Kasian banget. Klo kata temen saya Yoga, klo dia bakalan
nunggu 2 bulan buat ngeliat perkembangan harga minyak dunia. Klo tetep
ya mau apa lagi dinaikin deh, tapi klo turun, kan harga BBM ga perlu
naik. Nah klo sulusinya gini, berarti dalam waktu 2 bulan, barapa beaya
yang harus dikeluarkan pemerintah buat mensubsidi BBM?

 

 

 

Nah,
bingung kan? Daripada bingung, mendingan kita langsung melakukan
tindakan nyata yang membantu pemerintah, menekan anggaran pengeluaran
dari kocek sendiri, serta menyehatkan lagi, yaitu dengan BIKE2GO,
BIKE2CAMPUS, BIKE2WORK ^^

 

 

 

 

 

Tancapkan Tujuh Juta Kuntum Bunga dalam 12 Jam

 

 

 

Tekad
Masyarakat Tomohon, Sulut memecahkan rekor pembuatan karpet bunga
terluas akhirnya kesampaian. Bagaimana cara mereka mengatur agar
lapangan bunga hampir 4.000 meter persegi terwujud hanya dalam 12 jam?

 

Meski
pembuatannya dikebut sejak Sabtu (5/7) siang, pagi itu masih ada tiga
petak yang belum terisi bunga. Hujan pagi itu menjadi salah satu
kendala. ”Pembuatannya dikebut sampai jam dua dini hari. Hanya
menyisakan dua petak itu,” kata Laurens Buo, Sekertaris umum panitia
Tomohon Flowers festival (TFF) 2008 yang ikut lembur kepada Jawa Pos
kemarin.

 

 

 

Subhanallah,
ngeliat fotonya emang indah banget. Dan ngerjainnya yang sampe jam 2
malem mengingatkanku pada momen-momen pilkada ini. Indahnya ngelembur
bikin bunga buat kampanye bareng akhowat-akhowat sampe jam 2 pagi. Aku
yang biasanya ngatukan (jangankan malem, siang aja tidur di kelas :p)
jadi semangat banget dan baru tidur setelah jarum jam menunjukkan angka
2.

 

 

 

Inget i’tikaf. Rindunya…. Ya Allah pertemukanlah aku dengan Ramadhan tahun ini.

 

 

 

 

 

Solidkan Kader,

Gus Dur   Road

Show

 

 

 

Kemarin,
minggu (6/7), Gus Dur menemui warga NU dan PKB di Gondanglegi, tepatnya
di rumah ketua DPC PKB Kabupaten Malang Snusi. Kepada warga NU dan PKB,
Gus Dur meminta agar mereka tetap solid.

 

Lebih
lanjut Gus Dur menambahkan, banyaknya pertikaian antara umat Islam saat
ini karena agama dicampuadukan dengan politik. Karena itu, Gus Dur
meminta agar PKB jangan sampai mengabaikan keadilan dan kejujuran dalam
berpolitik.

 

 

 

Pertama kali melihat halaman depan radar

malang

dengan headline ini yang muncul adalah senyum mengembang (jangan salah,
bukan karena Gus Dur lho! Amit-amit deh!) tapi karena Avi, teman saya
seangkatan di Arsitektur ikut nampang di belakang Gus Dur dengan
tampang culun.

 

 

 

Ternyata bapaknya Avi ketua DPC PKB. Dan setahuku acara itu tuh acara sunatan adiknya Avi gitu, ternyata ada Gus Durnya juga.

 

 

 

Oke
cukup tentang Avi, yang peling membuat geram (seperti biasa, kapan sih
Gus Dur ngga bikin geram?!) adalah pandangan sekuler dan marginalisasi
Islamnya Gus Dur itu lhoh! Kyai koq ngga ngerti Islam sih?! ISLAM ITU
SYUMUL. Islam itu sempurna, dan politik itu merupakan salah satu sektor
yang diatur dalam Islam. Nah, politik itu nowdays terkesan kotor justru
karena jauh dari nilai-nilai Islam. Eh, dia
malah nyuruh misahin sama sekali. Mo jadi apa negara ini. Pantesan aja
dapet penghargaan dari organisasi yahudi internasional. Pikirannya
melamahkan umat, enak deh yahudi jadi gampang menaklukkan umat Islam.

 

 

 

Itu tadi beberapa judul yang cukup menarik untuk dibahas. Semoga Bermanfaat!

Keterwakilan 30 % perempuan di KMT

June 29th, 2008 by lathiyfah-shanti

Bismillahirohmanirohim,..

 

 

 

Saat
ini, Forum berkedudukan tertinggi di Teknik sedang di helat. Ya,..
Kongres Mahasiswa Teknik atau yang biasa disingkat dengan KMT sedang
dilaksanakan dalam pekan-pekan penuh kesibukan, tidak hanya akademis,
tapi juga kegiatan kemahasiswaan yang lain, seperti SC probinmaba,
suksesi KBM Al-Hadiid maupun HMA.

 

 

 

Memusingkan
memang dan sangat padat tentunya. Mungkin ini juga salah satu sebab
mengapa KMT selalu dimulai jam 7 malam; siang tidak kuorum, kemudian
dipending malam hari.

 

 

 

Yang
disayangkan ketika KMT dihelat hanya pada malam hari saja, maka yang
menghadiri forum tersebut hanya temen-temen pria saja yang notabene
lebih “bebas” jadwalnya dari pada temen-temen perempuan. Akibatnya KMT menjadi forum pria, karena ketidakhadiran perempuan di dalamnya.

 

 

 

Mahasiswa
yang memiliki idealisme sangat tinggipun akhirnya kalah dalam
menerapkan prinsip emansipasi perempuan. Bahkan untuk tingkat negara
(yang sering sekali mendapat kritisi dari mahasiswa) prinsip
keterwakilan perempuan sudah mulai diakomodir.

link: http://www.kotabogor.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=4250&Itemid=101

http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=MTEzNzA=

Amanah Besar untuk Orang Besar

June 29th, 2008 by lathiyfah-shanti

Bismillahirohmanirohim,…

Akhir-akhir
ini saya sedang dapat amanah yang lumayan banyak. Bingung juga soalny
lagi UAS. Klo agenda akademis lagi longgar, dan hati sedang merindu
amanah, eh ngga dateng-dateng. Tapi klo udah mepet-mepet UAS, amanah
yang dateng berentetan. Sampe bingung,.. padahal tugas kuliah yang
harus diselesaikan juga banyak.

Tapi beginilah cara Allah mentarbiyah kita. Klo sumpek saya selalu teringat dengan surat Al-Baqoroh ayat 286:

"Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kesanggupannya,…"

Klo
saya dikasih amanah yang banyak dan berat d waktu yang sempit berarti
saya memang kuat memikulnya. Astaghfirullah jangan sampai saya jadi
orang-orang dzalim dengan desersi dari amanah.

Kesemua itu
merupakan bentuk kasih sayang Allah. Untuk menjadikan saya orang yang
kuat. karena dakwah ini sungguh dapat meremukkan tulang jika dipikul
oleh orang-orang yang lemah.

karena dakwah ini hanya akan menjadi hal yang sia-sia jika dipikul oleh orang yang tidak ikhlash.

karena dakwah ini hanya dapat dipikul oleh orang-orang yang semata-mata menginginkan ridlonya.

ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang kuat, yang ikhlas, dan semata-mata hanya mengharap ridlo-Mu

Wallahu A’lam bis shawab

Manfaat BIKE2CAMPUS

June 24th, 2008 by lathiyfah-shanti

Dari pengalaman saya setelah 5 hari bersepeda ke kampus, banyak yang dapat diambil pelajaran:

 

  1. Peduli
    Global Warming donk. Kan kasihan bumi kita yang sudah semakin renta ini
    ditambah lagi bebannya dengan polusi. Jadi yang rumah or kosnya
    deket-deket, mending naik sepeda aja. Motornya disimpan aja. Ntar klo
    survey kemana gitu yang jauh-jauh baru dipake.
  2. Bisa
    merasakan perjuangan temen-temen yang kurang sarana dan prasarana. Tau
    Lintang ga? Klo pernah baca Laskar Pelangi, pasti tahu. Si Lintang ini
    klo mau sekolah harus menempuh 80 km baru nyampe sekolah, naik sepeda,
    melintasi hutan. Wow, Malang-Surabaya lho!
  3. Sehat,      Kuat, Rajin Belajar.. Lho?? Koq jadi nyanyi lagunya Joshua ya?
  4. Lalapan      yang saya makan siangnya bisa terbakar
    semua, hasil ngongkel. Biasanya sampe rumah kan masih agak kenyang tuh.
    Emang porsi makanan di kampus itu gede-gede ya. Padahal udah pesen
    setengah porsi tuh nasinya.
  5. Hemat
    BBM. Harga minyak dunia kan sekarang melambung tinggi tinggi sekali.
    Udah gitu persediaan minyak dunia khan semakin menipis. Dan untuk
    memproses plankton jadi minyak bumi butuh waktu ratusan tahun tuh.
  6. Jadi warga negara yang baik.. Khan SBY udah mengimbau rakyatnya untuk bike2work tuh. Tapi yang ini bike2campus.
  7. Ngga
    usah susah-susah ngurus STNK, SIM,BPKB dll. Btw, SIM C-ku udah habis
    masa berlakunya, jadinya aku ganti naik sepeda. Udah gitu klo keluar
    dari UB (universitas Brawijaya) sekarang kan harus nunjukin STNK tuh!
    Kadang suka lupa, akhirnya jadi langganan tempat penitipan KTM deh…
  8. Klo tiap pekan bisa hemat uang bensin 20rb. tiap pekan bisa beli buku,… Bahagianya…

Itu dulu aja deh,.. tapi pasti masih banyak yang lainnya,..
Wallahu a’lam bis shawab

Catatan Kecil dari KMT

June 20th, 2008 by lathiyfah-shanti

Bismillahirohmanirohim,…

Kemaren, jumat 20 juni 2008, KMT
perdana tahun ini dihelat di SGB Mesin. Seperti biasalah molor beberapa waktu
lamanya. Saat dibuka, yang pertama kali dibahas adalah soal tata tertib
Kongres.

Ada

hal yang sangat ironis disini.

 

Ketika pembahasan mengenai waktu
kongres, ada yang mengusulkan untuk hari sabtu dan ahad, sebaiknya KMT dimulai
lebih pagi, yaitu pukul 08.00 namun ada permintaan dari kawan-kawan nasrani
untuk hari ahad tetap siang saja karena mereka ada peribadatan di hari minggu
pagi. Tidak ada yang mempermasalahkan hal itu, lagipula

Indonesia

bukan
negara sekuler (kata guru PPKn saya).

 

Ironinya, ketika saya minta
pending sholat ashar (padahal saat itu, jarum jam sudah menunjukan pukul
16.30), saudara-saudara saya yang agamanya Islam, malah tidak setuju dan
mengatakan urusan vertikal dengan Tuhan ya urusan pribadi tidak usah
dibawa-bawa dengan urusan dunia. Kongres

kan

bisa tetap jalan. Yang mau sholat ya sholat saja.

 

Deg,.. rasanya mau nangis dengar
perkataan umat muslim seperti itu. Saya heran, kenapa umat muslim itu lebih
toleran kepada agama lain daripada agamanya sendiri. Agama lain beribadah,
KMTnya dipending, tapi klo agamanya sendiri ga boleh dipending padahal Cuma butuh
waktu 15 menit.

 

Coba lihat semua AD-ART lembaga
yang ada di kampus, pasti azasnya pancasila. Sila pertama kan sudah jelas-jelas mengatakan Ketuhanan Yang Maha Esa. Esa
artinya tunggal, dan tidak boleh diduakan bukan hanya dengan menyembah
selain-Nya, tapi juga mendahulukan urusan selain untukNya.

 

Klo mau memisahkan urusan vertikal dengan urusan horizontal tinggal aja di
negara sekuler macam Prancis dan Turki. Jelas aja Islam sangat buruk di mata
Internasional. Penganutnya sendiri tidak mencintai agamanya. Astaghfirullah

Kriing.. kriing.. kriing.. ada sepeda

June 20th, 2008 by lathiyfah-shanti
Bismillahirohmanirohim,..

var curDiv = document.getElementById(’ln0′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln1′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

Kemarin
saya ke kampus naik sepeda lho! Akhirnya saya bisa memenuhi salah satu
keinginan saya yang terpendam (drama mode on). Sebelumnya saya berpikir
pasti klo ke kampus naek sepeda, sampe kampus pasti langsung tepar
(tewas dan terkapar). Ternyata ngga juga. Emang sih lama, berangkatnya
45 menit soalnya jalannya kan naik tuh, pulangnya lebih singkat lagi 30
menit saja. Btw, banyak yang ngga percaya lho! Soalnya rumah saya
lumayan juga sih, sekitar 9 km.

var curDiv = document.getElementById(’ln2′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln3′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

Dulu
waktu SMP n SMA di Palu n Surabaya, saya ke sekolah naik sepeda. Sering
diledekin gitu deh sama temen-temen. Soalnya klo di Palu yang naik
sepeda itu Cuma tukang ikan dan tukang sayur. Tapi, saya sih cuek aja.
Khan banyak tuh sekarang Anak sekolahan yang bunuh diri gara-gara
diejekin temen-temennya, yang ngga punya HP or punya tapi jelek, yang
anaknya tukang becak.

var curDiv = document.getElementById(’ln4′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln5′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

Wuih,
Klo pulang puanas jalannya naik lagi. Sampe rumah langsung ngompres
mata pake air dingin. Sejuk Banget. Subhanallah, Maha Suci Allah yang
memberikan nikmatnya yang luar biasa setelah bersusah payah. Coba klo
ngga ngapa-ngapain trus ngompres mata pake air dingin pasti rasanya
biasa aja khan.

var curDiv = document.getElementById(’ln6′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln7′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

Dari pengalaman saya ini, banyak yang dapat diambil pelajaran:

var curDiv = document.getElementById(’ln8′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

1.
Peduli Global Warming donk. Kan kasihan bumi kita yang sudah semakin
renta ini ditambah lagi bebannya dengan polusi. Jadi yang rumah or
kosnya deket-deket, mending naik sepeda aja. Motornya disimpan aja.
Ntar klo survey kemana gitu yang jauh-jauh baru dipake.

var curDiv = document.getElementById(’ln9′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

2.
Bisa merasakan perjuangan temen-temen yang kurang sarana dan prasarana.
Tau Lintang ga? Klo pernah baca Laskar Pelangi, pasti tahu. Si Lintang
ini klo mau sekolah harus menempuh 80 km baru nyampe sekolah, naik
sepeda, melintasi hutan. Wow, Malang-Surabaya lho!

var curDiv = document.getElementById(’ln10′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

3. Sehat, Kuat, Rajin Belajar.. Lho?? Koq jadi nyanyi lagunya Joshua ya?

var curDiv = document.getElementById(’ln11′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

4.
Lalapan yang saya makan siangnya bisa terbakar semua, hasil ngongkel.
Biasanya sampe rumah kan masih agak kenyang tuh. Emang porsi makanan di
kampus itu gede-gede ya. Padahal udah pesen setengah porsi tuh nasinya.

5. Hemat BBM sesuai dengan anjuran pemerintah. Saya kan warga negara yang baik.. he..he..

var curDiv = document.getElementById(’ln12′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln13′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

Tapi,
ada ngga enaknya juga sih. Hari itu kan temen-temen saya yang ikut mata
kuliah DA II waktunya pengumpulan tugas tuh. Dan di saat-saat genting,
ada yang minta di jemput di Blimbing (2/3 perjalanan kampus-rumah tuh).
Trus bingung cari pinjaman motor deh. Tapi, karena kelamaan temen saya
akhirnya naek angkot dan minta dijemput di pertigaan kalpataru (yang
ini sih deket sekitar 1,5 km-an), tapi dia juga ngga tau klo hari itu
saya naek sepeda. Biasanya kan naek motor. Akhirnya saya jemput pake
sepeda deh. Jadi kaya’ crayon shincan yang tiap hari dianter ibunya
naek sepeda karena selalu telat dan mobil jemputannya ga mau nungguin.
Ato kaya’ covernya ’Indahnya Pacaran Setelah Menikah’ Tapi ini yang
goncengan sama-sama akhowatnya. Idiih… amit-amit.

var curDiv = document.getElementById(’ln14′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln15′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

Gitu aja deh pengalaman yang bisa saya bagi. Sehari bersama sepeda.

var curDiv = document.getElementById(’ln16′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

Akhirul kalam: Stop Global Warming!

var curDiv = document.getElementById(’ln17′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

Wassalamu’alaykum wr. wb.

Siapakah yang akan menegakkan khilafah

June 16th, 2008 by lathiyfah-shanti

Bismillahirohmanirohim,…

 

Selama ini saya berpikir klo
jamaah saya adalah jamaah yang paling ideal, integral, dan menyeluruh. Ya
iyalah,.. klo saya nggangap jamaah lain lebih baik dari jamaah saya, ya saya
udah lama pindah jamaah he..he.. Dan saya yakin banget klo sistem pemerintahan
Islam bakalan lahir di

Indonesia

dengan manhaj yang dirumuskan dan digunakan pada jamaah saya.

 

Namun, beberapa waktu ini pikiran
saya mulai terbuka, bahwa satu jamaah saja tidak akan dapat mewujudkan
keberadaan suatu negara berazaskan Islam yang kita idam-idamkan bersama. Dulu,
mantan Amir (bukan yang jadi pemateri Dauroh Tarqiyah lho!) saya pernah berkata
bahwa sasaran besar dakwah ini adalah tegakkan daulah khilafah. Dan ketika
Daulah Khilafah ini sudah tegak, maka semua harokah Islamiyyah akan dilebur
menjadi satu. Karena pada essensinya, kesemua harokah Islamiyyah ini memiliki
sasaran dakwah yang sama, yaitu terbentuknya Daulah khilafah.

 

Dan saya mulai menyadari (wallahu
a’lam, ini Cuma pikiran dari seorang hamba yang dho’if dan berilmu rendah
seperti saya lho!) bahwa untuk menegakkan kekhilafahan, diperlukan sinergisitas
gerak dari semua elemen harokah Islamiyyah. Dengan spesifikasi pada bidangnya
masing-masing, misalnya klo orang salafiyyah dan Fosi spesifikasinya di bidang keilmuannya,
trus orang Hizbut Tahrir di bidang perpolitikannya, dengan sasaran-sasaran
makro jangka panjang, dan orang tarbiyah pada sasaran-sasaran mikro jangka
pendek-menengah yang detail.

 

Karena setiap jamaah memilki
manhaj sendiri yang punya kelebihan dan kekurangan. Termasuk jamaah saya. Dan
cita-cita besar bersama ini akan terbentuk jika ada sinergisitas diantara
kesemua elemen ini.

 

Wallahu a’lam bishawab,.. ini
pemikiran saya yang masih butuh banyak belajar lho!

Wassalamua’alaykum wr wb

Kasus Monas

June 8th, 2008 by lathiyfah-shanti

Bismillahirohmanirohim,…

Kasus monas yang terjadi beberapa waktu lalu masih menjadi sesuatu yang menarik diperbincangkan.

Saya hanya ingin menyampaikan pendapat saya pribadi dalam kasus ini:

AKKBB yang disinyalir merupakan organisasi bentukan orang-orang liberalis dan pluralis seperti Ahmadiyyah khan salah satu produk devide et impera yang dilancarkan oleh imperialis Inggris di India beberapa dekade lalu. dan berkembang luas sampai sekarang. Namun, menurut saya produk pemikiran seperti ahmadiyyah juga harus dihadapi dengan pemikiran karena ini perang pemikiran, bukan qithal. biarpun org2 ahmadiyyah itu digorok lehernya juga ngga bakalan sadar, karena ini masalah keyakinan. Jadi yang dilakukan FPI berupa pemukulan itu juga menurut saya kurang tepat.

cara yang tepat ya yang seperti dilakukan oleh jamaah saya. Lho?! koq jadi narsis. Kembali ke topik awal. Jadi buat umat Islam, jangan karena anti kekerasan terus memihak AKKBB, Gus Dur, JIL, Ahmadiyyah dan pihak lain yang sudah jelas-jelas menyimpang keyakinannya dari Islam.

FPI, secara pemikiran sudah sesuai dengan asholah (orisinalitas) Islam, namun metode yang digunakan dengan cara-cara represif (yang kaya’ ospeknya teknik aja) itu merupakan langkah salah kaprah. Klo yang digrebeg tempat maksiat, kaya’ lokalisasi, kasino, hotel-hotel mesum, konser dangdut yang mengumbar syahwat, yang udah jelas-jelas maksiat dan dilarang pula dalam undang-undang khan bagus, biar kapok toh pelakuknya dahtahu klo itu maksiat tapi tetep nekat dilakuin juga. Tapi, klo masalah pemikiran bukan dengan mukulin pake’ bambu solusinya.

Nah, masih bisa duduk manis sambil nonton TV dan ngemilkah anda melihat situasi umat yang kacau balau kaya’ gini?

Festival Malang Kembali

May 25th, 2008 by lathiyfah-shanti

Bismillahirohmanirohim,..

 

 

 

Buat kamu orang

Malang

(

kota

Malang

lho! Bukan nasib

Malang

) tau FMK khan? Itu lho Festival Malang Kembali yang rutin diadakan oleh

kota

Malang

tiap tahunnya. Buat kamu yang ga tau, saya kasih deskripsi dikit deh.

 

 

 

FMK itu semacam pasar rakyat yang dihelat secara annual di

kota

Malang

,
tepatnya jalan raya Ijen. Nah, kenapa mesti di jl raya ijen? Soalnya,
FMK ini merupakan acara yang dibuat untuk memperingati Malang Tempo
Doeloe, dan Ijen merupakan salah satu landmark yang menunjukan
ke-kuno-an

kota

Malang

. Jadi di pasar rakyat ini, disepanjang jalan Ijen dipenuhi dengan aneka macam stand yang berhibungan dengan kondisi

kota

Malang

pada zaman dahulu. Pengunjung yang mengunjunginya pun berpakaian
bagaikan orang tempo doeloe. Tahun ini terhitung kali ketiga FMK
digelar di

Kota

Malang

.

 

 

 

Saya
pribadi sih seneng banget sama hal-hal yang bersifat tradisional, kaya’
batik, ukir-ukiran (selama ukirannya bukan motif makhluk hidup),
sclupture (selama bukan bentuk makhluk hidup), dll. Poko’nya yang
bersifat mewariskan nilai budaya bangsa deh.

 

 

 

Tiap
tahun, acara ini semakin meningkat saja fiturnya, tahun 2005, pertama
kali dihelat, hingga sekarang, telah banyak perkembangan yang terjadi,
dari tahun ke tahun, semakin gencar saja promosinya, dan semakin banyak
saja sponsornya.

 

 

 

Publikasinya,
mulai dari baliho, spanduk, hingga iklan di berbagai media, baik cetak
maupun elektronik. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah
iklannya di salah satu koran. Disitu disebuatkan apa saja yang bisa
dijumpai pada Festival ini.

Ada

lima

item dengan deskripsi berbeda:

 

 

 

1. Panggung Rakyat

 

Wayang orang, wayang wong, ketoprak, wayang kulit, tari tradisonal, ludruk, musik gambus, qasidah, mocopat, keroncong

 

 

 

2. Workshop

 

Tari Malangan, tari klasik, topeng, batik,ludruk, fotografi, keramik, gerabah, wayang, kaligrafi, keris

 

 

 

3. Upacara Adat

 

RUWATAN AKBAR

 

Petik panen

 

JAMASAN KERIS

 

 

 

4. Benda Purbakala

 

Pameran artefak majapahit, pameran fotografi, pameran dan bursa keris, pameran BENDA PUSAKA

 

 

 

5. Pasar Rakyat

 

Kuliner
Kuno, Jajanan lama, Mainan, Barang Antik, arsip Kuno, kerajinan lama,
AHLI NUJUM, RAMALAN NASIB, Pijat tradisi, Berobat Gratis

 

 

 

“Barang
siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu mempercayai apa
yang diucapkannya, maka ia telah kufur dengan wahyu yang diturunkan
kepada Muhammad Shallahu alaihi wasallam.” (Hadits sahih Riwayat Imam
Ahmad dan Hakim).

“Barangsiapa yang mendatangi peramal, lalu
menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya
selama 40 hari.” (HR. Muslim)

“Siapa yang mempelajari ilmu nujum
berarti ia telah mempelajari cabang dari ilmu sihir, apabila bertambah
ilmu nujumnya maka bertambah pulalah ilmu sihirnya.” (HR Ahmad dengan
sanad hasan)


Nah,
lihatkan arahan tulisan ini kemana? Saya sih sebagai warga Malang ngga
mau membuka aib tentang walikota saya yang suka mabuk, dan melakukan
hal bodoh bin jahil kaya’ ruwatan…. Upss,.. keceplosan deh.!
Tapi yang saya kritisi di sini adalah fitur-fitur yang ditawarkan. Koq
isinya penyimpangan aqidah semua ya? Belum lagi dihitung masalah
ikhtilat dan durasinya yang berlangsung hingga pukul 24.00. Padahal ide
dasarnya sangat bagus…

 

 

 

Trus
klo yang memimpin orang Islam yang pemahaman syumul gimana? Apa FMK
bakalan ditiadakan? Ya tentu ngga, secara konsep dasar, festival ini
sangat baik. Justru ketika nanti yang memimpin adalah pemimpin yang
sholeh, FMK ini akan diperbesar untuk menghindari pengunjung
berdesak-desakan hingga menimbulkan ikhtilat. Dan tentu saja
menghilangkan fitur-fitur penyebab penyimpangan aqidah seperti diatas.

 

 

 

Nah,
setelah kamu tahu klo didalamnya banyak penyimpangan aqidah trus apa
yang bisa kamu lakukan? Tidak mendatangi stand-stand tersebut saja
tidak cukup. Tapi, tidak usah datang FMK, dan ajaklah temen-temen kamu untuk juga tidak datang ke FMK. Oke?!

 

 

 

Wallahu A’lam Bishawab

 

Wasalamu’alaykum wr wb

Syuro dan Demokrasi

May 25th, 2008 by lathiyfah-shanti

Bismillahirohmanirohim,…

 

Hari sabtu 24 mei 2008 kemaren,
saya mengikuti sebuah dauroh yang diberi tajuk Dauroh Tarqiyah atau yang dalam
bahasa Indonesia dapat diartikan secara bebas sebagai Pelatihan untuk
peningkatan ketrampilan. Dauroh Tarqiyah ini merupakan salah satu dauroh wajib
dalam jenjang kaderisasi KBM Al-Hadiid. Sebenarnya saya bukan peserta sih,
(soalnya udah tua, ini buat yang muda-muda) panitia juga bukan. Tapi, dalam
semangat tholabul ilmy, saya melangkah dengan ringan menuju majlis ini.

 

Karena ini merupakan pelatihan
yang diselenggarakan untuk sebuah organisasi, maka isi materinyapun terkait
dengan skill manajerial. Materi yang eprtama saya sih sudah sering dapet;
Manajemen Syuro. Tapi, ngga ada
salahnya ikut lagi. Itung-itung me-refresh ingatan, and siapa tahu dapat ilmu
baru.

 

Materi ini mengingatkan saya pada salah satu pamflet yang ditempel oleh
salah satu calon presiden EM-UB, dari saudara-saudara dari suatu jamaah
tertentu, isinya: ”Syuro, bukan Demikrasi”. Dulu saya sering mendengar ikhwah-ikhwah
jamaah ini ngomong demokrasi itu sistem kuffar, hancurkan demokrasi, dll. Tapi
saya bertanya-tanya, klo gitu Islam make’ sistem apa sih? Nah dari pamflet ini
saya tahu klo seharusnya kita sebagai umat Islam make’ sistem Syuro.

 

Tapi, yang saya bingung, ketika sistem syuro diterapkan dalam sistem
ketatanegaraan, bagaimana aplikasinya dalam lingkup besar seperti negara?
Sebagaimana yang kita tahu, dalam demokrasi ketika pemilihan parlemen, presiden
maupun kepala daerah diguanakn sistem ”one man one vote”. Lalu, jika sistem
syuro diterapkan dalam sebuah negara, bagaimanakah bentuk penerapannya? Karena
masih bingung, saya tanya saja ke pemateri. Secara akhowatnya ngga ada yang
nanya, biar agak reme dikit deh,.. ^_^

 

Trus pematerinya njawabnya agak-agak pake’ prinsipnya jaka sambung: Kaga’
nyambung! Kata dia untuk saat ini, kita masih belum bisa menerapkan sistem
syuro dalam kehidupan bernegara, boro-boro bernegara dalam EM-UB aja yang
orangnya jauh lebih dikit susahnya ampun. (yah,.. tentu dengan kata-kata lebih
santun). Padahal saya bertanya tentang kondisi ideal.

 

Katanya sasaran utama dakwah kita untuk menegakkan ke-khalifah-an, tapi
kalo kita sendiri aja ngga tau sistem ke-khilafahan itu kaya’ apa, gimana kita
bisa negakkannya. Kita selalu berpikir belum saatnya, kita juga ngga
mengup-grade pemikiran kita, bagaimana jika akhirnya khilafah bisa ditegakkan,
apa saja komponen didalamnya, bagaimana sistem pemerintahan itu bekerja, de el
el.
Klo pikiran kita masih
disini-sini aja kapan khilafah berdirinya? Ato klo khilafah berdiri, dan yang
mengusung orang-orang macam kita yang ngga tau apa-apa, bisa-bisa kita ha..ho,
ha..ho, melongo, ngga tau harus ngapain. Klo khilafah udah berdiri terus apa?,
Soalnya berdirinya khilafah islamiyyah bukanlah sasaran akhir kita, tapi
merupakan suatu langkah awal yang baru bagi kita.

 

Nah, kebetulan yang jadi pemeteri ini mantan amir saya. Dan saya tahu
banget orang ini bukan orang bodoh, dia itu orang cerdas, bukan tipe orang yang
ngga nyambungan (waduh klo beliau baca, bisa Ge Er nih!). Jadi klo yang jawaban
dia ngga nyambung sama pertannyaan saya saya tahu banget klo dia lagi
menerapkan jurusnya yang paling pamungkas: Ngeles! Yup,.. dia emang hebat
banget dalam bidang yang satu ini (tuh khan saya puji lagi,.. he..he..). Ya
udah deh saya ngga nanya lagi. Udah gitu jawaban dia walopun ngga nyambung
lumayan bisa membuka paradigma berpikir pengurus baru, tentang kondisi dakwah
saat ini. Yeah, walopun ngga nyambung, It’s a good answer anyway.

 

Akhirnya saya memutuskan untuk nyari sendiri jawabannya, kebetulan waktu
GIP (Gema Insani Press –nama penerbit buku) lagi nggelar diskon kemarin saya
beli buku ”Teori Politik Islam” yang belum sempat saya baca, karena masih
banyak buku yang ngantri untuk dibaca.
Setelah saya buka-buka, disini ada lho soal syuro dan demokrasi.

 

“”Maka sesuatu apa pun yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup
di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi
orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakal. Dan
(bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji,
dan apabila mereka marah, mereka memberi maaf. Dan (bagi) orang-orang yang
menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan sholat, sedang urusan mereka
(diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian
dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka” (asy syuura: 36-38)

 

Nah, penerapannya dalam sistem ketatanegaraan dengan wilayah dan penduduk
yang cukup besar bagaimana?

Saat Abu Bakar memimpin, ketika beliau menemukan sebuah permasalahan,
dikembalikan kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah, ketika tidak ditemukan
pada keduanya, maka beliau mengumpulakan para tokoh masyarakat untuk diminta
pendapatnya.

Saat Umar bin khaththab memimpin, ia merujuk pada Al-qur’an dan sunnah,
jika tidak ditemukan pada keduanya, ia bertannya “apakah Abu Bakar pernah
melakukan ini?” Atau mengumpulkan ulama dan meminta pendapatnya.

Dalam kitab shahih Bukhari disebutkan bahwa Abdullah bin Abbas berkata
“Para Qurra’ (sekarang ulama) adalah ahli majelis Umar untuk bermusyawarah,
baik yang tua maupun yang masih muda”.

Begitu pula jika permasalahan kenegaraan ini terjadi pada wilayah-wilayah
yang dipimpin oleh gubernurnya sendiri-sendiri.

 

Yah kira-kira itu sedikit gambaran mengenai sistem syuro pada sistem
pemerintahan yang berbentuk khilafah. Semoga yang sedikit ini bisa memberi
manfaat. Get Ready for Khilafah! Siap-siap Go!

 

Wallahu A’lam Bishawab

Wasalamu’alaykum wr wb